
FORUM DISKUSI VIRTUAL BAGI PIMPINAN DAN KOMUNITAS AKADEMIK LPTK
![]()
Jakarta, 22 Juni 2010 - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kebangkitan Nasional - Sampoerna School of Education (SSE) sebagai salah satu institusi pencetak tenaga pendidikan bekerja sama dengan Bank Dunia, USAID-DBE2, Microsoft Partners in Learning, dan Swedish International Development Agency, hari ini menggelar diskusi antara para ahli pendidik dari tingkat internasional dengan para pemimpin dari komunitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan tema Directions in the Changes of Pre-Service Teacher Training in Indonesia.
Forum diskusi yang diikuti oleh anggota asosiasi LPTK dan Forum Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari seluruh Indonesia ini dihadiri oleh para ahli pendidik dari kalangan internasional sebagai pembicara antara lain dari Michael Calvano dari DBE 2 USAID, Ritchie Stevenson dari World Bank, Cher Ping Lim dari Microsoft Partners in Learning dan Partesh Pandya dari Center for Environment Education-India,
Prof. Dr. Paulina Pannen selaku Dekan Sampoerna School of Education menjelaskan, "sebagai salah satu institusi pencetak tenaga pendidik, kami merasa membutuhkan sebuah forum diskusi untuk menjadi wadah bagi para pakar dan praktisi pendidik untuk menghadapi reformasi pendidikan nasional."
Para ahli pendidik yang hadir dalam acara Forum Diskusi Virtual mengetengahkan berbagai topik diskusi yang berbeda sesuai dengan keahliannya masing-masing. Seperti diantaranya membahas tentang integrasi Education for Sustainable Development untuk pendidikan guru di LPTK yang dituturkan oleh Partesh Pandya atau integrasi dan penerapan Active Learning/students centred learning untuk pendidikan guru di LPTK yang dibawakan oleh Michael Calvano dari DBE 2 USAID. Sementara World Bank dan Microsoft Partners in Learning mengetengahkan topik diskusi tentang praktek pendidikan guru dari dunia internasional, dan integrasi ICT (Information and Communication Technology) dalam pendidikan guru di LPTK.
"Tujuan kami dalam mengundang para pakar pendidik dari internasional ini adalah guna memberikan perspektif yang berbeda dan masukan untuk dunia pendidikan di Indonesia. Forum ini juga diharapkan dapat memperbaiki dunia pendidikan Indonesia menuju pembangunan yang berkelanjutan.," imbuh Prof. Dr. Paulina Pannen.
Tantangan dunia pendidikan menghadapi pembangunan berkelanjutan tidak akan lepas dari reformasi pendidikan nasional dan juga perkembangan bidang ilmu serta teknologi. Reformasi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga pendidik seorang melainkan menjadi tanggung jawab institusi pencetak tenaga pendidik secara keseluruhan. Diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bertukar pikiran antar pemimpin LPTK di Indonesia dengan para ahli pendidik kalangan internasional.
Diskusi yang melibatkan LPTK dari seluruh Indonesia ini menggunakan format video conference sebagai salah satu metode terapan pengembangan ICT dalam dunia pendidikan. "Kami mengundang pembicara dan LPTK yang berada di Jakarta untuk hadir di ruang video conference milik SSE, sedangkan LPTK-LPTK yang berada di luar Jakarta akan menyiapkan peralatan video conference dari kampus mereka masing-masing," pungkas Prof. Dr. Paulina Pannen.
![]()
| Sebelumnya | Selanjutnya |